2013/02/12

uji deskriptif



Uji Deskriptif

Pendahuluan
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan lain-lain.
Uji deskripsi didisain untuk mengidentifikasi dan mengukur sifat-sifat sensori.Dalam kelompok pengujian ini dimasukkan rating atribut mutu dimana suatu atribut mutu dikategorikan dengan suatu kategori skala (suatu uraian yang menggambarkan intensitasdari suatu atribut mutu) atau dapat juga “besarnya” suatu atribut mutu diperkirakan berdasarkan salah satu sampel, dengan menggunakan metode skala rasio.
Uji deskripsi digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik sensori yang penting pada suatu produk dan memberikan informasi mengenai derajat atau intensitaskarakteristik tersebut. Uji ini dapat membantu mengidentifikasi variabel bahan tambahan (ingredient) atau proses yang berkaitan dengan karakteristik sensori tertentudari produk. Informasi ini dapat digunakan untuk pengembangan produk baru,memperbaiki produk atau proses dan berguna juga untuk pengendalian mutu rutin.Uji deskriptif tgerdiri atas Uji Scoring atau Skaling, Flavor Profile & TextureProfile Test dan Qualitative Descriptive Analysis (QDA). Uji skoring dan skalingdilakukan dengan menggunakan pendekatan skala atau skor yang dihubungkan dengandesnripsi tertentu dari atribut mutu produk. Dalam sistem skoringf, angka digunakanuntuk menilai intensitas produk dengan susunan meningkat atau menurun.Pada Uji flavor/texture Profile, dilakukan untuk menguraikan karakteristik aromadan flavor produk makanan, menguraikan karakteristik tekstur makanan. Uji ini dapatdigunakan untuk mendeskripsikan secara komplit suatu produk makanan, melihat perbedaan contoh diantara group, melakukan identifikasi khusus misalnya off-flavor danmemperlihatkan perubahan intensitas dan kualitas tertentu. Tahap ujinya meliputi : Orientasi sebelum melakukan uji, tahap pengujian dan tahap analisis dan interpretasidata. Panelis kepala atau panel leader menerangkan tujuan dari pengujian dan menyajikan contoh yang akan diuji, termasuk produk yang ada di pasaran. Istilah-istilah yang akan digunakan dikembangkan dalam diskusi dan digunakan juga contoh referensi. Pengujian dilakukan dua sesi, yaitu sesi tertutup dan sesi terbuka. Pada sesi tertutupsetiap panelis melakukan pengujian secara individu dan mencatat hasilnya, sedangkan pada sesi terbuka setiap panelis melaporkan hasilnya dan didiskusikan dengan pemimpin analisa. Analisis dan interpretasi data merupakan tanggung jawab pemimpin analisa yang harus mampu mengekspresikan hasil dari panelis, sehingga bisa dengan mudah dimengerti. Biasanya dalam uji ini tidak ada analisis statistik.Uji Qualitatif Descriptive Analysis digunakan untuk menilai karakteristik atributmutu sensori dalam bentuk angka-angka kuantitatif. 
Uji deskriptif yaitu mendeskripsikan atribut sensori produk. Metode analisis sensori dimana atribut sensori suatu produk atau bahan pangan diidentifikasi, dideskripsikan, dan dikuantifikasi dengan menggunakan panelis yang dilatih khusus untuk tujuan ini. Penilaian didasarkan pada sifat sensorik yang lebih kompleks meliputi banyak sifat-sifat sensorik yang menyusun sifat sensorik secara keseluruhan. Melibatkan temuan dan deskripsi atribut sensoris yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.
Uji deskriptif dan uji kesukaan→kualitatif dan kuantitatif.
Uji ini membutuhkan keahlian khusus dalam penilaiannya karena panelis harus menjelaskan perbedaan antara produk-produk yang diuji. Panelis yang digunakan adalah panelis terlatih. 
Prinsip
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan lain-lain.

Tujuan
Tujuan dari uji deskripsi ini adalah :
1. Untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik produk.
2. Menilai dan menganalisis sifat sensorik secara keseluruhan.         

Alat
Alat-alat yang digunakan adalah :
1.      Piring kecil
2.      Label
3.      Format isian
4.      Tisu
5.      Baki
6.      Alat tulis

Jenis Panelis
Agak terlatih (Rather Expert) :  15-25 orang
Terlatih (Terlatih)                    :  5-10 orang
Parameter pengujian
Parameter biasanya adalah 16 parameter, namun tergantung pada sampel yang diujikan. Penempatan 16 parameter tersebut dimulai dari karakterisik yang paling dominan menggunakan jaring laba-laba (spider parameter).
Cara Kerja
       I.            Metode sebagai penguji
a)      Menyiapkan alat dan bahan.
b)      Disajikan sampel pada piring kecil.
c)      Penguji memberikan pengarahan kepada panelis.
d)     Menganalisis hasil dari panelis.
    II.            Metode sebagai panelis
a)      Mengisi identitas diri pada format isian.
b)      Melakukan pengujian terhadap atribut mutu.
c)      Diisi format isian.
d)     Mengumpulkan format kepada penguji.


Cara Penilaian
Panelis diminta untuk menguji karakteristik sampel dengan memberikan nilai antara 1-10.
Cara Analisis
Analisis uji deskriptif adalah dengan menggunakan skala skor. Skor yang digunakan kemudian dihubungkan dengan deskripsi dari atribut mutu. Dalam system pemberian skor, angka digunakan untuk menilai intensitas produk dengan satuan meningkat atau menurun.





 









Garis atribut mutu dapat disebut juga jaring laba-laba (spider parameter) adalah garis yang menggambarkan karakteristik atau sifat-sifat khas seperti rasa, bau, penampakan, dan lain-lain dari suatu produk. Banyaknya parameter tergantung karakteristik produk yang diuji. Arah garis sesuai dengan arah jarum jam, sifat yang tercantum yaitu dari sifat yang terpenting (obyektif) ke subyektif. Parameter yang digunakan biasanya 16, tetapi tidak harus ke 16 parameter tersebut dipakai, yang dipakai disesuaikan dengan sampel atau produk yang diujikan.
Grafik Radial
Fungsi:
1.      Mengembangkan produk
2.      Meningkatkan kualitas
3.      Membandingkan karakter beberapa produk
Pembahasan
Uji deskripsi digunakan untuk mendapatkan gambaran yang utuh tentang karakteristik suatu produk. Oleh sebab itu, pada uji ini banyak sifat yang sensorik yang dinilai dan dianalisis secara keseluruhan. Sifat-sifat sensorik yang dipilih adalah terutama yang paling relevan terhadap mutu atau yang paling peka terhadap perubahan mutu suatu komoditi. Sifat-sifat sensorik mutu ini disebut atribut mutu. Misalnya ketengikan, warna, bau dan lain-lain.
Cara analisa pada pengujian ini yaitu dengan menggunakan garis atribut mutu. Garis atribut mutu dapat disebut juga jaring laba-laba (spider parameter) adalah garis yang menggambarkan karakteristik atau sifat-sifat khas seperti rasa, bau, penampakan, dan lain-lain dari suatu produk. Banyaknya parameter tergantung karakteristik produk yang diuji. Arah garis sesuai dengan arah jarum jam, sifat yang tercantum yaitu dari sifat yang dominan atau terpenting (obyektif) ke subyektif. Parameter yang digunakan biasanya 16, tetapi tidak harus ke 16 parameter tersebut dipakai, yang dipakai disesuaikan dengan sampel atau produk yang diujikan. Panelis diminta untuk menguji karakteristik sampel dengan memberikan nilai antara 1-10 pada jaring laba-laba.
Kekurangan atau kelemahan dari uji deskripsi di antaranya adalah membutuhkan panelis yang memiliki konsentrasi tinggi dan juga kepekaannya. Biasanya sudut antara dua garis radial sama dengan ditetapkan dengan cara membagi sudut keliling dengan jumlah atribut mutu.
Pentingnya uji deskriptif:
a.       Mengetahui karakteristik dari produk
b.      Memperbaiki produk dan meningkatkan kualitas produk sesuai dengan keinginan konsumen

Sumber : anonym.2013.Uji Deskriptif.http://Wikipedia.org



Tidak ada komentar:

Posting Komentar